Tugas 1 Jarkom

 

 

Jaringan Komputer

Kelompok I

 

Ketua Kelompok             : Rooseno Rahman Dewanto (1304654)

Anggota Kelompok         : Anisha Yahdiani Mulyadi (1301015)

Vini Bella Pertiwi (1302008)

 

 

Cari contoh di lapangan berdasarkan sumber yang dianjurkan di slide atau yang dapat dipercaya

  1. Klasifikasi jaringan komputer yang anda ketahui?

 

Jawab:

 

Mengacu ke buku Membangun Jaringan Komputer karangan Iwan Sofana (2013: 4) jaringan komputer memiliki beberapa klasifikasi di antaranya:

  • Berdasarkan Area atau Skala

Berdasarkan area atau skala jaringan komputer terbagi atas beberapa jenis, yaitu LAN, MAN, WAN, Internet, dan lain-lain.

  • LAN, Local Area Network, adalah jaringan lokal yang dibuat pada area terbatas, contoh: jaringan lokal di rumah.
  • MAN, Metropolitan Area Network, menggunakan metode yang sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas, contoh: jaringan lokal perkantoran yang berada di komplek yang sama.
  • WAN, Wide Area Network, cakupan jaringan ini lebih luas dari MAN. WAN dapat mencakup hingga satu negara.

 

  • Berdasarkan Media Penghantar

Berdasarkan media penghantar jaringan komputer terbagi menjadi dua jenis, yaitu wire network dan wireless.

  • Wire Network, adalah jaringan komputer yang menggunakan kabel sebagai media transmisi data. Pada umumnya kabel yang digunakan berbahan dasar tembaga, namun saat ini telah ditemukan jenis baru sebagai pengganti kabel tembaga, yaitu serat fiber.
  • Wireless, jaringan ini tidak menggunakan kabel untuk mentransmisikan data, melainkan menggunakan gelombang radio, infrared, atau pun laser.

 

 

  • Berdasarkan Fungsi

Berdasarkan fungsinya jaringan komputer terbagi menjadi dua jenis, yaitu client server dan peer to peer.

  • Client Server, merupakan jaringan komputer yang mengaruskan salah satu (atau lebih) dari komputer yang terhubung untuk difungsikan sebagai server, contoh: website di internet .
  • Peer to Peer, merupakan jaringan komputer di mana setiap komputer yang terhubung dapat menjadi server, contoh: Bitcoin, Torrent, dan Deep Web.

 

  1. Implementasi perkembangan jaringan komputer yang anda ketahui?

 

Jawab:

 

4G

 

Salah satu bentuk implementasi jaringan komputer adalah dalam teknologi jaringan nirkabel 4G (Fourth Generation). 4G merupakan istilah untuk generasi keempat teknologi telepon seluler. Sistem 4G memfasilitasi pengguna smartphone yang memiliki device dengan kemampuan 4G untuk mengakses data dengan kecepatan tinggi.

 

Di Indonesia, standar komunikasi akses data yang digunakan pada umumnya adalah LTE (Long Term Evolution) standar ini digunakan oleh Bolt (Internux), Telkomsel, XL, dan Indosat sedangkan untuk standar WiMAX hanya digunakan oleh First Media.

 

Saat ini, meskipun masih terdapat perdebatan di kalangan operator dan pembuat kebijakan terkait spektrum yang seharusnya digunakan untuk layanan 4G, pengguna smartphone yang ingin mencoba jaringan 4G di Indonesia dapat menggunakannya di spectrum 900 Mhz.

 

Wi-Fi

Salah satu bentuk implementasi jaringan komputer terhadap teknologi sekarang adalah WiFi. WiFi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Network, WLAN) yang didasari pada spesifikasi The Institute of Electrical and Electronics Engineer (IEEE) 802.11.

Fungsinya menghubungkan jaringan dalam satu area lokal secara nirkabel. Awalnya WiFi digunakan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan jaringan LAN (Local Area Network) dan saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Dengan adanya implementasi jaringan komputer berupa WiFi masyarakat Indonesia sendiri dengan mudahnya mengakses internet. Hampir di setiap ruang publik sudah memiliki fasilitas WiFi, dan sudah menjadi suatu kebutuhan bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

 

 

 

  1. Buat gambaran implementasi jaringan komputer terhadap teknologi sekarang? boleh dengan visualisasi gambar atau skema?

4G

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wi-Fi

               

 

 

 

 

               


 

Refensi:

Rumney, Moray. 2013. LTE and the Evolution to 4G Wireless, Design and Measurement

Challenges, Second Edition. United Kingdom: Agilent Technologies.

 

Sofana, Iwan. 2013. Membangun Jaringan Komputer. Bandung: Informatika.

 

  1. Bab IV Implementasi Teknologi WiFi dan Hotspot. [Online]. Tersedia :

http://dir.unikom.ac.id/s1-final-project/fakultas-teknik-dan-ilmu-komputer/teknik-informatika/2010/jbptunikompp-gdl-antosusant-21897/12-13.babi-i.pdf/ori/12-13.babi-i.pdf

 

Inter-process Communication Firefox OS

Arsitektur

Firefox OS memiliki Multi-process Architecture, di mana aplikasi yang dijalankan dianggap sebagai proses yang berbeda. Di dalam sistem, hanya ada satu parent process yang berjalan yang disebut boot to gecko (b2g). B2g memiliki child process yang disebut nuwa, proses ini berfungsi sebagai pembuat cabang proses aplikasi.

1

Setiap ada aplikasi baru yang ingin dijalankan, maka b2g akan memberitahu nuwa untuk membuat cabang proses baru. Proses baru yang muncul sebagai bentuk cabang dari nuwa memiliki hak akses yang sedikit, sehingga apabila proses dimaksud ingin melakukan suatu aksi (membutuhkan hak akses tambahan), proses ini harus memberitahu b2g. Alur tersebutlah yang merupakan Inter-process Communication (IPC) yang terdapat di dalam Sistem Operasi Firefox.

Firefox OS

Firefox OS

Firefox OS merupakan sistem operasi mobile terbuka yang dikembangkan oleh Mozilla dengan basis Linux dan mesin Gecko dari Firefox.

Secara arsitektur, Firefox OS dapat dikatakan memiliki arsitektur pembangun  yang sama dengan sistem operasi mobile lainnya. Jika pada umumnya OS mobile menggunakan kernel untuk berineraksi dengan hardware, lain halnya dengan Firefox OS, OS ini menggunakan Gonk yaitu komponen setara kernel untuk berinteraksi dengan perangkat keras. Selain itu, Firefox OS juga menggunakan engine lain yang tidak umum digunakan pada OS, yaitu Gecko dan Gaia  yang akan dibahas nanti. Jika diilustrasikan, arsitektur dari Firefox OS adalah seperti gambar berikut.

fos

Metode Input/Output (I/O)

Metode pemrograman masukan/keluaran (I/O) data berdasarkan hubungannya dengan pemroses (CPU) dan perangkat (peripheral) diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:

  • Programmed I/O
  • Interrupt Driven
  • Direct Memory Access (DMA)

Programmed I/O

Contoh perangkat yang menggunakan metode ini adalah Tape Magnetik (Magnetic Tapes).

Tape magnetik diklasifikasikan ke dalam metode programmed I/O, karena konsep yang digunakan dalam teknologi tape magnetik ini menangani permintaan, kemudian perangkat men-set bit status di register namun tidak dapat memberitahu CPU saat tugas yang dilakukannya sudah selesai.

Berikut beberapa ciri dari programmed I/O:

  • Modul I/O yang melakukan tugas, bukan CPU
  • Tidak dapat diinterupsi
  • Memerlukan instruksi untuk mengaktifkan perangkat eksternal
  • CPU harus terus memeriksa kondisi status terkait tugas yang dilakukan oleh perangkat.

Kelemahan:

  • Cara ini tidak efisien karena akhir dari waktu proses tidak dapat diketahui, CPU harus terus melakukan pengecekan sampai tugas perangkat selesai.

Interrupt Driven

Terdapatnya kekurangan pada programmed I/O memicu lahirnya metode baru yang disebut interrupt driven. Metode ini hadir untuk meningkatkan efisiensi dari proses input/output pada komputer. Dalam aplikasinya, metode ini menggunakan mekanisme sebagai berikut:

  • CPU memberi instruksi ke perangkat I/O kemudian CPU dapat melakukan pekerjaan lain
  • Perangkat I/O akan melakukan interupsi untuk meminta request selanjutnya saat tugas yang dilakukannya sudah selesai
  • Setelah mendapat interupsi CPU segera melakukan transfer data.

Kelebihan:

  • Kinerja CPU dapat lebih efisien karena tidak harus menunggu seluruh operasi perangkat I/O.

Direct Memory Access (DMA)

Semakin bertambahnya kebutuhan, maka hadir metode Direct Memory Access guna melengkapi fungsi dari interrupt driven. DMA akan melakukan intervensi aktif CPU untuk transfer data antara memori dan buffer perangkat I/O.

DMA berfungsi membebaskan CPU untuk menunggu proses transfer data yang besar. Untuk membaca dan menulis CPU hanya perlu memerintahkan DMA Controller, kemudian CPU dapat melakukan pekerjaan lain.

Kelebihan:

  • Menghemat waktu proses
  • Menambah efisiensi kerja CPU.

Referensi:

Hariyanto, DR. Bambang. 2014. Sistem Operasi (Revisi Kelima). Bandung: Informatika.

Stallings, William. 2001. Operating Systems – Internals and Design Principles. Amerika: Prentice Hall.